Pantas Saja Kita Perlu Literasi Digital, Ternyata Ini Penyebabnya yang Membuat Kita Harus Lebih Waspada!

- Minggu, 5 Februari 2023 | 11:00 WIB
Pantas Saja Kita Perlu Literasi Digital, Ternyata Ini Penyebabnya yang Membuat Kita Harus Lebih Waspada! (Pixabay/ 377053)
Pantas Saja Kita Perlu Literasi Digital, Ternyata Ini Penyebabnya yang Membuat Kita Harus Lebih Waspada! (Pixabay/ 377053)

Bondowosonetwork.com – Perkembangan Dunia digital menyebabkan kita mau tidak mau harus memahami apa itu literasi digital.

Dengan aktivitas penggunaan internet yang cukup tinggi itulah penyebab masyarakat kita menjalani literasi digital lebih baik lagi.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) merilis laporan survei Status literasi digital di Indonesia 2022 pada Rabu (1/2/2023).

Baca Juga: GAHAR! Beginilah Modifikasi All New NMax 155, Terlihat Makin Keren Hanya Dengan Mengganti Bagian Ini..

Laporan tersebut mencatat pola perilaku digital masyarakat Indonesia, salah satunya terkait durasi penggunaan internet.

Berdasarkan hasil survei, mayoritas responden Gen Z (35%) dan Gen Y (26%) menggunakan internet lebih dari 6 jam per hari.

Sementara yang mengakses internet lebih dari 6 jam per hari di kelompok Gen X dan Boomers lebih sedikit, yakni hanya 19%.

Baca Juga: GADIS TAJIR 18 Tahun di Tangerang, Dagangan Laris Manis Ludes 150 Porsi per Hari, Jualan Tanpa Pesaing Lho

Adapun sebagian besar Gen X dan Boomers mengakses internet antara 1-2 jam per hari, dengan rincian seperti terlihat pada grafik.

Jika semua kelompok usia itu digabung, mayoritas responden menggunakan internet lebih dari 6 jam per hari (26%), kemudian antara 1-2 jam (24%), dan 2-4 jam (24%).

Kemenkominfo melakukan survei ini terhadap 10.000 pengguna internet berusia 13-70 tahun yang tersebar di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Baca Juga: GADIS TAJIR 18 Tahun di Tangerang, Dagangan Laris Manis Ludes 150 Porsi per Hari, Jualan Tanpa Pesaing Lho

Survei dilakukan selama periode Agustus-September 2022 melalui wawancara tatap muka.

Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling, dengan toleransi kesalahan sekitar 0,98% dan interval kepercayaan 95%.

Responden memiliki beragam latar belakang dari ibu rumah tangga, wiraswasta, pekerja, pelajar, petani, dan lain-lainnya.

Halaman:

Editor: Imam Sunarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X