Isi Pidato Soekarno Tentang Pancasila di Kongres Amerika Serikat 1956 Saat Bertemu dengan Presiden Eisenhower

- Senin, 8 Agustus 2022 | 11:30 WIB
Ilustrasi Presiden pertama Indonesia, Soekarno saat berpidato di Kongres Amerika Serikat tahun 1965. (Tangkaplayar / Youtube Bimo K.A.)
Ilustrasi Presiden pertama Indonesia, Soekarno saat berpidato di Kongres Amerika Serikat tahun 1965. (Tangkaplayar / Youtube Bimo K.A.)

BondowoNetwork.comPresiden Soekarno di masa berkuasa memiliki kharisma yang tak bisa dipungkiri oleh siapapun, termasuk oleh Amerika Serikat.

Semua pemimpin dunia mengakui kepemimpinannya termasuk Presiden Eisenhower yang ketika itu berkuasa dan kemudian mengundangnya datang ke negeri Paman Sam tersebut.

Soekarno ketika itu juga mengunjungi Mount Vernon, makam George Washington upacara ini lebih pribadi daripada kunjungan resmi, karena soekarno sendiri adalah George Washington-nya Indonesia dan George Washington AS menjadi gurunya.

Ajaran itu demikian baiknya, hingga seperti George Washington memimpin AS ke kemerdekaan soekarno juga memimpin Indonesia ke kemerdekaan.

Baca Juga: Pahlawan Kemerdekaan Ini Meninggal Dunia Sebelum Indonesia Merdeka, Namun Karyanya Terus Dinyanyikan Hingga Ki

Dan kemudian Soekarno di Daulat untuk berpidato, beliau pun menjelaskan pula arti Pancasila yang disambut dengan meriah oleh para hadirin.

Inilah isi pidatonya yang terkenal itu dan mengundang kekaguman pula dari warga Amerika Serikat, yang diterjemahkan dan dikutip BondowosoNetwork dari akun Youtube Bimo K.A. :

“Berdiri di sini, di hadapan anda Presiden senat dan ketua DPR serta di hadapan anda sekalian anggota kongres yang terhormat….. dan tumbuh di tengah rakyat….dari kelas sosial apapun….

Karena itu izinkanlah saya menyampaikan salam kepada sekalian rakyat amerika serikat salam terhangat dari rakyat Indonesia dan mereka berterima kasih atas dukungan kalian (AS) semoga kunjungan ini dapat semakin mempererat hubungan di antara dua negara.

Baca Juga: Ustad Adi Hidayat Bongkar Sejarah Singkat Kemerdekaan Yang di hilangkan dari Buku Sejarah

Halaman:

Editor: Arin Nanda Sakinah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X