Tindakan Orang Tua Ini Menjadi Pemicu Seorang Anak Melakukan KDRT Saat Berkeluarga

- Jumat, 30 September 2022 | 15:00 WIB
Ilustrasi: Seorang anak menyaksikan orang tuanya bertengkar (pexels.com/cottonbro)
Ilustrasi: Seorang anak menyaksikan orang tuanya bertengkar (pexels.com/cottonbro)

BondowosoNetwork.com - Sebuah tindak kekerasan bisa terjadi karena pengaruh lingkungan terdekat, seperti keluarga bahkan dari orang tua.

Seorang anak bisa bertindak dan berperilaku buruk pun bisa disebabkan karena meniru tindakan orang tuanya.

Tidak mustahil tindak KDRT yang dilakukan seorang anak ketika menjalani rumah tangga karena pernah melihat orang tuanya bertindak yang sama ketika dia masih kecil.

Baca Juga: Para Suami Jarang Melaporkan Tindak KDRT Yang Dilakukan Oleh Istrinya, Begini Alasannya.

Tindakan buruk tersebut disaksikan oleh seorang anak secara langsung didepan matanya, sehingga terekam dalam otaknya.

Terlebiih jika tidak disaksikan olehnya tindakan penyelesaian atau penyadaran yang dilakukan oleh keluarga tersebut.

Jika demikian, maka seorang anak bisa jadi akan bertindak sama dengan yang pernah disaksikannya langsung dari orang tuanya kelak ketika berkeluarga.

Baca Juga: Bisakah Pria Menjadi Korban KDRT? Begini Kasus Kekerasan Pada Suami Dibeberapa Belahan Dunia

Dikutip Bondowoso Network dari berbagai sumber, hal demikian akan membentuk karakter anak ketika dewasa karena sudah tercetak sedari dini, jika tidak ada bimbingan dan pendampingan untuk pencegahan kepadanya.

Seorang psikolog mengatakan bahwa tindak KDRT bisa terjadi sebab seorang anak, baik laki-laki atau perempuan ketika kecil menyaksikan ayahnya disiksa oleh ibunya, atau sebaliknya.

Seorang anak akan menjadikan perilaku orang tua tersebut sebagai model tindakan, sehingga akan direkam oleh otaknya bahwa ayahnya disakiti oleh ibunya adalah hal yang wajar.

Baca Juga: Rizky Billar Dilaporkan Lesti Karena KDRT, Menurut Primbon Jawa Sifat Ini dalam Naungan Wurung Geni, Artinya?

Anak akan menganggap bahwa hal yang wajar jika perempuan memukul laki-laki, atau perempuan memaki atau mengatakan ucapan buruk pada laki-laki.

Perasaan wajar tersebut akan dibawa hingga seorang anak tumbuh dewasa dan berkeluarga, lebih dari itu bahkan sebelum menikah pun bisa jadi dia akan melakukan tindak kekerasan pada orang lain.

Dengan demikian, jika hal tersebut tidak ingin menjadi dosa turunan bagi orang tua, maka keduanya harus bersikap bijak.

Baca Juga: Melaporkan KDRT, Kabid Humas Polda Metro Jaya: Lesti Kejora Dicekik Hingga Dibanting Oleh Rizky Billar

Setidaknya, ketika orang tua bertengkar jangan sampai di hadapan anaknya, agar si kecil tidak menyaksikannya.

Rasa benci dan amarah yang timbul hati seorang anak dan tertanam hingga dewasa karena menyaksikan pertengkaran orang tua bisa menjadi pemicu seorang anak melakukan tindak KDRT kepada pasangannya kelak.***

Editor: Ahmad Afif

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X