Rasmus Paludan Kembali Bakar Al Quran, Ketua PBNU Gus Yahya Bereaksi dan Mengatakan Hal Bijak Berikut Ini

- Selasa, 31 Januari 2023 | 09:45 WIB
Rasmus Paludan Kembali Bakar Al Quran, Gus Yahya Bereaksi dan Mengatakan Hal Bijak Berikut Ini (SUmber Foto: NU Online)
Rasmus Paludan Kembali Bakar Al Quran, Gus Yahya Bereaksi dan Mengatakan Hal Bijak Berikut Ini (SUmber Foto: NU Online)

Bondowosonetwork.com – Beberapa hari ini, dunia kembali dihebohkan oleh pembakaran kitab suci Al Quran oleh Rasmus Paludan.

Rasmus Paludan adalah seorang tokoh politik yang lahir di Denmark pada tanggal 2 Januari 1982, dan juga pendiri Partai Hard Line yang berwarga negara Denmark serta Swedia.

Disebutkan banyak media, aksinya tersebut sebagai protes terhadap Islam dan apa yang disebut upaya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk memengaruhi kebebasan berekspresi di Swedia.

Baca Juga: Diluar Dugaan! Anak SD di Jawa Timur Gagalkan Asksi Penjambretan, Pelaku Hingga Nyungsep

Baca Juga: Nomor 1 Ternyata Bukan BREBES , Inilah 10 Kabupaten Terluas di Jawa Tengah, Tebak Kabupaten apa?

Dilansir Bondowoso Network dari NU Online, Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyayangkan sikap Rasmus Paludan yang melakukan aksi membakar Al-Qur'an.

Gus Yahya menilai Paludan berbuat sia-sia dan hanya orang putus asa yang hilang akal karena melihat kekalahan tak terhindarkan dari kesombongan identitasnya sendiri.

“Whatever his cause is, it is doomed to fail.”ungkap Gus Yahya dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (28/1/203) malam.

“Mari kita teruskan saja duduk santai menikmati kesyahduan iman kita sendiri sambil menunggu Rasmus Paludan runtuh bersama segala cita-citanya atau dia insaf kemudian berbelok ke jalan yang benar,”lanjutnya.

Paludan kembali melakukan aksinya membakar salinan Al-Qur'an pada Jumat (27/1/2023) waktu setempat.

Aksi pembakaran kitab suci umat Islam dilakukan di depan masjid serta Kedutaan Besar Turki di Kopenhagen, Denmark.

"Masjid ini tidak punya tempat di Denmark,"kata Paludan dalam siaran langsung di halaman Facebooknya.

Menurut Gus Yahya, meski kitab umat Islam dibakar, jelas Al-Qur'an tidak sedikit pun menjadi hina karena perbuatannya.

"Perbuatan Paludan justru akan sia-sia. Sebab, apabila dia bermaksud menjauhkan orang dari Al-Qur'an, perbuatan Paludan justru malah mendorong rasa penasaran mereka yang belum tahu isi Al-Qur'an," ucap Gus Yahya.

Halaman:

Editor: Mohammad B

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X