Presiden Jokowi Tak Ingin Masyarakat Indonesia yang Berobat Ke Luar Negeri Usai RS Internasional Rampung

- Senin, 27 Desember 2021 | 14:44 WIB
Presiden Jokowi saat membeei sambutan dalam pembangunan Rumah Sakit (RS) bertaraf Internasional di Bali pada Seni (27/12/2021). Foto/@setkabgoid.
Presiden Jokowi saat membeei sambutan dalam pembangunan Rumah Sakit (RS) bertaraf Internasional di Bali pada Seni (27/12/2021). Foto/@setkabgoid.

BondowosoNetwork.com - Pemerintah Indonesia membangun rumah sakit (RS) bertaraf internasional di Bali.

Pembangunan RS bertaraf Internasional dimulai dari Presiden Jokowi yang melakukan peletakan batu pertama pada Senin pagi (27/12/2021).

Setelah RS bertaraf Internasional ini rampung, Presiden Jokowi tidak menghendaki masyarakat ada masyarakat Indonesia yang berobat di luar negeri.

Baca Juga: Kader NU Dari Lereng Gunung Ijen Bondowoso ini Disebut Jadi Kandidat Sekjend PBNU Mendampingi KH Yahya Cholil

"Kita harapkan tidak ada lagi, kalau ini jadi, tidak ada lagi rakyat kita, masyarakat kita yang pergi ke luar negeri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” kata Presiden Jokowi dikutip dari @setkabgoid.

Presiden menilai bahwa mayarakat yang memilih berobat di luar negeri secara tidak langsung menyebabkan hilangnya kekayaan Indonesia hingga triliunan rupiah.

Sebab menurut Presiden Jokowi setiap tahun tersapat kurang lebih dua juta masyarakat Indonesia pergi ke luar negeri untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Baca Juga: Raffi Ahmad Unggah Foto Bersama Tanpa Nagita Slavina, Beginikah Cara Raffi Berterimakasih pada Yuni Shara?

“Baik itu ke Singapura, baik itu ke Malaysia, baik itu ke Jepang, baik itu ke Amerika (Serikat), dan ke tempat-tempat lainnya, dan kita kehilangan Rp97 triliun karena itu,” tambahnya.

RS bertaraf Internasional itu terletak di Kawasan Wisata Sanur, Kota Denpasar, Bali, yang dibangun melalui kerja sama dengan Mayo Clinic, Amerika Serikat (AS).

Halaman:

Editor: A Munib

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X