Puluhan Warga di Bondowoso Mengaku Ditolak Saat Minta Disuntik Vaksin Covid-19

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 07:44 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Foto: Maksim Goncharenok/pexels.com)
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Foto: Maksim Goncharenok/pexels.com)


BodowosoNetwor.com - Puluhan warga Desa Ardisaeng, Kecamatan Pakem mengaku kecewa lantaran ditolak saat meminta disuntik vaksin Covid-19, di kantor desa setempat. Hal itu terjadi, Kamis (7/10/2021) keamarin.

Kejadian ini lanats diadukan kepada salah seorang anggota DPRD, Soleh, yang rumahnya tepat di depan Kantor Desa Ardisaeng.

Menurut pengakuan warga kepada Soleh, penolakan diduga disampaikan oleh oknum petugas kesehatan dengan alasan sudah melebihi batas waktu kegiatan vaksin.

Alasannya Karena waktu vaksin Covid-19 yang terjadwal berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WIB saja.

Baca Juga: Kakek Suhud yang Dibentak Baim Wong Dijadikan Ayah Angkat Pengusaha Samarinda

Menurut Soleh, dosis vaksin yang tersedia jumlahnya mencapai 500. Sementara saat itu baru sekitar 160 orang yang telah divaksin.

Sebenarnya kata dia, masih mencukupi untuk melayani sekitar 70 warga lainnya yang sudah datang ke lokasi.

"Yang divaksin sekitar 160 itu sudah ditutup. Alasannya karena sudah pukul 13.00. Waktunya sudah habis," jelas Soleh.

Ia menyayangkan sikap seorang oknum tenaga kesehatan yang saat dikonfirmasi olehnya justru menyalahkan masyarakat karena datang siang.

Padahal, kata politisi PKB ini, selama ini sangat sulit untuk mengajak mereka agar mau divaksin karena telah termakan isu hoax.

Baca Juga: Juara Grup A, Indonesia Melaju Ke Babak Perempat Final Piala Thomas

Selain itu lanjut dia, tim Satgas Covid-19 Kecamatan yang datang ke lokasi, yakni Kapolsek setempat bahkan rela mencarikan kekurangan form screening. Saat mereka mengeluhkan hal tersebut.

"Saya ini tadi sudah bilang ke dokternya itu, bahwa kita ini ngumpulin masyarakat untuk vaksin itu susah. Kenapa kok ditolak? Jawabnya, kan bisa ada besok pak, lusa," tuturnya.

Ia sebenarnya tak mempermasalahkan manakala tenaga kesehatan mau istirahat terlebih dahulu. Terpenting, setelah istirahat kembali dilanjutkan untuk melayani masyarakat yang antusias vaksin.

"Dokternya tadi juga bilang sama saya, bahwa ia punya acara lain. Dan temen-temen mungkin juga lelah, ini dari pagi. Mohon pengertiannya," tutur Soleh menirukan salah seorang oknum dokter.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Puskesmas Pakem dr. Joko Adi Pramono, menyebut bahwa itu terjadi lantaran kesalahpahaman saja. Yang diawali dari kekurangan form screening.

"Iya betul sudah diambilkan oleh Kapolsek. Tapi yaitu tadi, mungkin momen yang seperti itu yang harus dilalui mungkin kesalahpahaman," katanya.

Baca Juga: Agar Salat Sah, Perhatikan Lima Ini Menurut Kitab Mabadiul Fiqih

"Sebetulnya salah satu petugas tadi mengarahkan, ya mungkin petugas itu capek lelah, sehingga terjadilah gesekan yang seharusnya tak perlu jadi," sambungnya.

Ia pun mengaku untuk dosis vaksin yang ada disebutnya masih cukup. Namun, karena kesalahpahaman maka terjadi hal tersebut.

"Sebetulnya yang kita lakukan kalau memang ada (dosis vaksin, red) ya tidak mengingat jadwal lah, kalau saya pribadi. Tak membatasilah, kalau masyarakat mau vaksin," ungkapnya.

Karena itulah, ia meminta maaf atas kejadian itu. Dirinya sendiri mengaku akan memberikan atensi khusus kepada dua oknum tenaga kesehatan yang dikeluhkan warga tersebut. "Nanti dua tenaga kesehatan itu mungkin nanti saya pending dulu lah," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Mohammad B

Tags

Terkini

X